PEMURNIAN GARAM DAPUR

 Pada percobaan ini kami melakukan pemurnian garam dapur. Natrium Klorida dikenal dengan nama garam dapur atau halit yang merupakan senyawa kimia dengan rumus molekul NaCl sebagai komponen utama pada pada garam dapur, natrium klorida juga sering digunakan sebagai bumbu dan Pengawet makanan . Garam dapur (NaCl) adalah bahan berupa padatan putih memiliki bentuk kristal kubus yang transparan dan tidak dapat terbakar serta mempunyai titik leleh 801°C. Garam dapur merupakan senyawa yang tersusun dari asam kuat HCl dan basa kuat NaOH. Apabila unsur ini direaksikan, maka akan terbentuk NaCl dan H2O. Hasil dari bahan tadi bisa disatukan akan membentuk suatu lantan yang disebut larutan garam.


NaCl mempakan garam yang paling banyak di temukan di dunia. NaCl mumi berbentuk kristal putih (kristal kutik). NaCl dapat diperoleh dari air laut, batuan garam, atau larutan garam alamiah. Umumnya NaCl mengandung pengotor berupa magnesium sulfat, magnesium klorida, kalsium sulfat, kalsium korida, dan air. Pengotor di permukaan kristal umumnya, di reduksi dengan proses pencucian, baik menggunakan air maupun larutan garam jenuh - sedangkan pengotor yang terjebak didalam kristal umumnya direduksi dengan proses pelarutan, penambahan bahan pengikat pengotor dan rekristalisasi.


Pada percobaan kali ini kami melakukan pemurnian garam dapur dengan metode destilasi . Destilasi merupakan metode pemisanan untuk memperoleh suatu bahan yang berwujud cair yang terkotori oleh zat padat atau bahan lain yang mempunyai titik didih yang berbeda. Dasar pemisahan adalah titik didih yang berbeda. Bahan yang di pisahkan dengan metode ini adalah bentuk larutan atau cair, tahan terhadap pemanasan dan perbedaan titik didihnya tidak terlalu dekat. Proses pemisahan yang dilakukan adalah bahan campuran dipanaskan pada suhu diantara titik didih bahan yang dinginkan. Pelarut bahan yang dinginkan akan menguap, uap dilewatkan pada tabung pengembun (kondensor). Uap yang mencair di tampung dalam wadah tertentu. Bahkan hasil pada proses ini disebut destilat, sedangkan sisanya disebut residu. Contoh destilasi adalah proses penyulingan minyak bumi, pembuatan minyak kayu putih,  memurnikan air minum.

Praktikum kali ini bertujuan untuk mengetahui prinsip pemurnian pengkristalan dan garam NaCl serta untuk mengetahui cara mengkristalkan dan memeriksa garam dapur. Natrium Klorida mumi dapat dibuat dengan jalan mengalirkan gas HCl kedalam larutan jenuh natrium Klorida yang kotor. Larutan jenuh garam ini pada 15°c mengandung 35,5 bagian garam dan 100 gram air, dan kelarutannya bertambah sedikit jika dinaikkan. 

Perlakuan pertama yaitu kami melarutkan sebanyak 18 gram garam NaCl di dalam 0,05 liter air, garam larutt dan wamanya bening tetapi proses pelarutannya agak lama karena air memiliki suhu yang rendah, kami menggunakan air dengan suhu normal, tidak kami panaskan maupun kami dinginkan dan lantan garam menjadi larutan jenuh. Kemudian Larutan ini kami saring menggunakan kertas saring dan di peroleh larutan yang tetap berwarna bening, dan terdapat endapan. NaCl mumi yang telah diperoleh ini kemudian dijenuhkan dengan menambahkan gas HCl dengan cara dialirkan. Gas mengalir menuju erlenmeyer yang berisi garam dapur dan terbentuklah gas berwarna kuning pudar dan berembun, larutan berwarna kuning dan terdapat endapan putih. Kemudian endapan ini kami saring menggunakan corong buncher dan hasilnya endapan dengan larutan terpisah, dimana endapannya berupa kristal putih dan larutannya berwama kunig. Untuk membentuk kristal melalui gas HCL ini kami gunakan metode destilasi. Metode destilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau Kemudahan menguap (volatilitas) bahan. Dalam penyulingan, campuran zat. didinginkan sehingga menguap dan uap ini kemudian di dinginkan kembali dalam bentuk cairan, zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap lebih dulu. Metode ini termasuk sebagai unit operasi kimia jenis perpindahan massa. Penerapan proses ini didasarkan pada teori bahwa pada suatu larutan, masing-masing komponen akan menguap pada titik didihnya. Model ideal destilasi didasarkan pada Hukum Raoult dan hukum Dalton

Selanjutnya kristal yang kami peroleh ini kami cuci dengan sedikit air dingin dan hasilnya kristal yang dihasilkan terbebas dan larutan yang berwarna kuning. Kemudian dikeringkan dengan menggunakan bunsen dan  Kristal menjadi Kering. Lalu kristal padat yang diperoleh kami timbang pada neraca, diperolen beratnya sebesar 2,68 gr.

Komentar